Album Perdana DiE “War for Freedom”

DiE adalah salah satu band metal yang berasal dari Aceh – Indonesia, dibentuk pada akhir Desember tahun 2019 dengan ‘home town’ kota Banda Aceh. Band ini diawali dari sebuah projek sampingan yang kemudian berkembang menjadi lebih serius, dengan tujuan akhir untuk menghasilkan sebuah karya dalam format album.

Kata ‘die’ berasal dari bahasa Inggris; dan kami sepakat memilihnya sebagai nama band sebab kata ini sederhana namun bisa mewakili patron dasar band ini dalam bermusik, yaitu genre ‘death metal’. Namun kami juga menyadari bahwa kata ini kurang memiliki kekhasan, sehingga kami memutuskan untuk menuliskan kata ‘die’ ini dengan gaya tersendiri : DiE !!

Album ‘War for Freedom’ merupakan rilisan perdana dari DiE yang berisi kumpulan 8 lagu yang dikerjakan selama lebih kurang dua tahun; dengan mengangkat tema yang bervariasi mulai dari gambaran mengenai kematian, kekacauan mental, depresi, sinisme, hingga pandangan kami terkait isu seputar beberapa peristiwa yang terjadi selama rentang waktu pengerjaan dan penyelesaian album ini.

War for Freedom sendiri merupakan salah satu dari trek lagu pada album ini yang mencoba mengilustrasikan sebuah ketimpangan dan sikap ‘perlawanan’ terhadap pengekangan, terinspirasi dari sebuah pengkhianatan rejim terhadap konstitusi serta legalisasi pelanggaran HAM terhadap kaum minoritas di suatu tempat di Asia Selatan. Ide untuk mengangkat tema ini muncul ketika isu tersebut memanas bertepatan saat konsep awal instrumen dari trek ini tengah dalam proses penyusunan.

Kami sendiri memutuskan untuk menjadikan trek ini sebagai main-title dari album ini, sebab ide untuk menghasilkan album ini juga didasari semangat yang sama … ‘perlawanan’… perang melawan ego dan semangat untuk tetap eksis ditengah keterbatasan waktu, tempat dan juga fasilitas.

Adapun proses pengerjaan materi album tersebut memakan waktu lama; hal ini disebabkan karena masing-masing personel memiliki kesibukan dalam keseharian di masing-masing kota domisili yaitu Bireuen dan Banda Aceh yang berjarak lebih kurang 4 jam perjalanan (darat).


Diskusi terkait pengerjaan materi lebih banyak dilakukan melalui telepon, dan pengerjaannya sendiri difokuskan pada penyelesaian trek per trek lagu. Untuk menyelesaikan satu materi lagu; DiE menghabiskan lebih kurang 2 hingga 3 bulan mulai dari penyusunan konsep, proses penyelesaian instrumen hingga pengisian vokal.

Materi instrumen per trek terdiri dari komponen gitar yang direkam dengan fasilitas perekam sederhana (low budget); dan dikarenakan keterbatasan personel, maka intrumen lainnya disusun dengan bantuan aplikasi audio digital. Sementara proses editing masing-masing trek instrumen serta pengisian vokal dikerjakan di Opay Studio –Banda Aceh. Proses mixing dan Mastering juga diselesaikan pada studio yang sama.


Kumpulan materi dengan tema yang bervariasi juga mempengaruhi gaya bermusik DiE pada album ini. Meski mengambil patron dasar death metal, namun secara garis besar album War for Freedom merupakan mixture dari old style death metal dan grindcore dengan beberapa tambahan variasi. Secara sederhana, boleh kami sebutkan bahwa konsep genre DiE sejauh ini adalah Deathgrind.

Dalam hal kualitas output sound, kami menyadari bahwa terdapat banyak sekali kekurangan pada rilisan perdana kami ini. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengalaman kami dalam hal ‘audio-recording’ serta terbatasnya waktu bagi kami untuk melakukan inovasi guna meminimalisasi kekurangan-kekurangan tersebut.

Sejauh ini kami harus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada mentor kami, Taufik dari Opay Studio, selaku sound engineer pada pengerjaan album ini; dimana beliau telah mengerahkan daya upaya terbaik guna menutupi begitu banyaknya kekurangan kami serta memaksimalkan output dari seluruh materi yang telah kami susun sejak awal pengerjaan hingga penyelesaian album ini.

Kami juga menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Edelweiss Records – Jakarta yang telah berkenan untuk mengawal serta memfasilitasi perilisan album perdana kami ini. Besar harapan kami bahwa dengan bantuan dari Edelweiss Records, album ini nantinya dapat ikut memperkaya khazanah karya musik cadas di tanah air tercinta ini.

Stay Cool and Keep on Grinding !!

Credits :
Executive Producer : Edelweiss Records
Music and Lyrics : DiE
Recording and Editing : Opay Studio – Banda Aceh
Mixing and Mastering : Opay Studio – Banda Aceh
Additional lyrics on ‘Toleransi Kebablasan’ written by : Putra Wiyanto
Additional ‘massacre’ opening at ‘650’ taken from : GTN Channel and Free Copyright Free Sounds Additional voices at ‘War for Freedom’ taken from : Aliens – It’s War Trailer
Additional Rapa’i at ‘Teumamong’ by : Mr. Taufik – Opay Studio
Additional voices at ‘Teumamong’ taken from : Cek Nasroel vs Kuya Ali ‘Kampanye Meukat Ubat’
Bass and Drums Arrangements composed by : Hidayat
Band Logo designed by : Dayatfetusy
Album cover artwork designed by : Acon_Kimb3k @i_n_c_e_n
Tracklist ‘Global Terror’ artwork designed by : Dana Maulana ‘Gembrooth’

The Band
DayatFetusy – Growler
Hidayat – Guitars

Band Address :
DiE Official,
Jln.Suri No.4 Kp.Keramat Banda Aceh, Province Aceh – Indonesia
CP : +6285360804231 (Whatsapp)
Email : die.official.bandaaceh@gmail.com
Band Page : https://www.reverbnation.com/DiE48
Follow us : DiE_Official (instagram) & @DiEofficial1 (twitter)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Temukan kami di :

Edelweiss Records Official YT Channel

Butuh Bantuan ?

Keranjang Belanja

×

Ups, Belum ada barang di keranjang belanja Anda.

Belanja Sekarang !

Form Bantuan Whatsapp!

×